24 April 2009

saringan air untuk solusi air bersih

Bosan kuras bak mandi ? Kami menyediakan beberapa paket saringan air untuk solusi air keruh di rumah anda. Barang siap pasang / kirim ke seluruh Indonesia.

Air adalah kebutuhan dasar manusia untuk kebutuhan minum, mandi, mencuci dan memasak. Sumber kebutuhan air minum dan air bersih umumnya adalah dari air PAM dan sumur bor. Namun karena kondisi tertentu, kualitas air sangat rendah sehingga dibutuhkan saringan air sebagai solusi dari air keruh, merah dan berbau.

Saringan air kami terdiri dari 3 (tiga) Paket berdasarkan katagori :

1. Saringan untuk air PAM yang keruh dan banyak endapan.
Saringan ini untuk menyaring air PAM skala rumah tangga dengan problem air yang umum seperti keruh dan bak mandi banyak endapan.

Paket saringannya adalah sbb :

  • 1 Unit Tabung saringan air merk Wave Cyber 10"
  • 1 Zak Pasir silika
  • 1 Zak Karbon aktif
Katagori yang masih dapat disaring pada paket ini adalah :
- Air bor yang jernih namun banyak pasir yang terikut dari sumur bor.
- Air bor yang keruh namun telah di olah pada WTP di lokasi perumahan.

Air bor / sumur yang merah, keruh dan berbau tidak dapat disaring oleh saringan air paket ini.

Harga paket Rp 2.300.000


2. Saringan air bor / sumur problem skala ringan.
Saringan air ini untuk menyaring air bor / sumur yang keruh dan sedikit berbau.

Paket saringannya adalah sbb :
  • 1 Unit Tabung saringan air merk wave Cyber 10"
  • 1 Zak Pasir aktif
  • 1 Zak Manganese green sand
Air bor / sumur yang merah dan zat besi tinggi tidak dapat disaring oleh saringan paket ini.

Harga paket Rp 2.450.000


3. Saringan air bor / sumur problem skala sedang / menengah.
Saringan air ini untuk menyaring air bor / sumur yang merah (zat besi tinggi), keruh, berbau dan banyak endapan.

Paket saringannya adalah sbb :
  • 3 Unit Tabung saringan air merk Wave Cyber 10"
  • 1 Zak Pasir silika
  • 1 Zak Pasir aktif
  • 2 Zak Manganese green sand
  • 1 Zak Karbon aktif
Harga Paket Rp 7.050.000

saringan air untuk solusi air bersih | Template by - Abdul Munir - 2008